GunungBromo merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Indonesia dan di dunia. Banyak sekali wisatawan yang berkunjung setiap tahunnya ke lokasi wisata itu. Oleh karena itu penting sekali untuk mengetahui Harga tiket masuk wisata gunung Bromo sebelum anda memutuskan untuk liburan ke Obyek Wisata Bromo yang melegenda ini.
Padahalawal bulan udah ke Malang dan main ke bromo (yang belum baca ceritanya bisa baca di Cerita liburan ke gunung bromo dengan waktu Singkat dan Murah) tapi ga papa, soalnya jarang. Diluar whislist, diluar rencana, diluar main ke Lombok cuma 1 minggu sebelum keberangkatan dan bodohnya ku IYA kan ajakan itu, hufftt
Suhusemakin dingin.Setelah beberapa menit menunggu, kami pun melihat jejeran pegunungan yang berdiri kokoh dihadapan kami, terdiri dari gunung batok, Bromo, widodaren, gunung Semeru, serta hamparan lautan pasir kecoklatan yang seakan menambah keeksotisan Bromo.Tepat pukul 05.07 pagi, sang fajar tepat berada di atas garis cakrawala.
Ceritapengalaman pribadi liburan ke gunung bromo bahasa jawa ini merupakan kisah Tuti yang sengaja dituliskan dalam buku diari. Cerita cekak ini dituliskan menggunakan bahasa jawa ngoko sebagai salah satu usaha untuk mencatat peristiwa di dalam kehidupannya. Monggo sami kita simak critanipun ing ngandap menika.
Ceritaliburan ke gunung bromo dengan waktu Singkat dan Murah - Part 2. Miftahul Huda Catatan Perjalanan December 16, 2019. Setelah dari Sunrise view tadi, kita jam 5.30 sudah di jeep lagi dan langsung turun ke Ledok Widodaren namanya, disini kita dimanjakan view yang cakep banget, cocok buat foto foto diatas jeep dengan view Ledok Widodaren ini,
proporsi manusia adalah panjang kepala dengan tubuh. Cerita pengalaman pribadi liburan ke gunung bromo bahasa jawa ini merupakan kisah Tuti yang sengaja dituliskan dalam buku diari. Cerita cekak ini dituliskan menggunakan bahasa jawa ngoko sebagai salah satu usaha untuk mencatat peristiwa di dalam kehidupannya. Monggo sami kita simak critanipun ing ngandap menika. âKenalake jenengku Tuti, aku nduweni kanca sing paling tak banggakan sing nduwe jeneng Dianâ Liburan sekolah wis teka nanging aku lan kancaku isih bingung arep liburan neng ngendi, âlibur sekolah enake neng ngendi ya?â Takon aku marang kancaku. Dheweke njawab âenake mlaku-mlaku lan nggoleki kahanan anyarâ. âIya aku ngerti, nanging neng ngendi?â Takonku meneh marang dheweke, banjur dheweke njawabe âYa kaya ta menyang gunung utawa menyang kebon/alas ngunuâ Kanthi rai serius lan akhire aku oleh ide kanggo liburan menyang panggon sing becik lan kahanane kawah sing linuwih. Mesti pamasaran ta aku arep neng ngendi? Waos Ugo Kumpulan Pawarta Ndinan Terbaru Esuke aku lan kancaku sing nduwe jeneng Dian kuwi nuju menyang panggon kuwi, nanging kancaku kuwi isih durung reti panggon tujuan sing arep dituju, kepeksa aku ora ngandhanekne dheweke dhisik. hehemmm⌠yen tembung wong zaman saiki sih kandhane SURPRISE, sakwise meh nganti menyang panggon tujuan aku ngandhanekne jeneng panggon wisata sing tak tuju kuwi, kanthi rai seneng dheweke pitakon marang akuâpanggon apa iki? Becik banget pemandangane lan udarane sejuk bangetâ. Aku kanthi bangga aku njawabe âIki panggon sing tak ngen-ngen sajroning iki yaiku gunung Bromoâ Ana buku ugo ditulisake pengalaman pribadi liburan ke gunung bromo bahasa jawa yen Kahanan alam sing becik, dalanan sing menggok-menggok, mawa udarane sing sejuk banget nggawe aku milih liburan menyang kene iki. Kanthi numpak montor aku lan Dina banjur anyak munggah menyang gunung bromo kesebut. Waos Ugo Cerita Cekak Bahasa Jawa Katresnan Sakwise sak jam kapungkur akhire nganti uga neng puncak Bromo, aku lan Dina banjur mudhun menyang padang pasir sing amba neng sekitar gunung Bromo, kanthi sethithik kendala yaiku ban montor sing sethithik kepleset mawa keblekok ngliwati padang pasir kesebut nanging semangat ku akhire nganti uga neng panggon parkir sing panggone tepat ana ing ngisor gunung Bromo Kanthi rasa ora sabar aku ro Dina banjur markirke montor, banjur mlayu menyang undak-undakan sing dihubungna sikil gunung bromo kanthi puncak Bromo Sakwise sekitar kurang luwih 10 menit munggahi undak-undakan kuwi akhire tekan neng puncak gunung Bromo, mung tembung sing terlintas neng benak kami yaiku âBromo Apik Bangettttâ Ya tembung kuwi sing tak pikirke sanganti neng puncak Bromo kesebut, saka puncak kuwi aku lan Dian ndeleng pemandangan sing becik lan alami. Mawa aku uga bisa ndeleng apa sing ana neng sikil Bromo saka kene conthone kaya wong sing nunggang jaran utawa suku Tengger, banjur aku uga ndeleng montor sing tak parkir neng ngisor. Mangkene cerita pengalaman pribadi liburan ke gunung bromo bahasa jawa yang dituliskan oleh Tuti di dalam buku diary nya. Semoga bermanfaat. Advertisement
Malang - Gunung Bromo selalu jadi tempat wisata favorit wisatawan. Tapi tahu nggak kamu waktu terbaik untuk menikmati Gunung Bromo?detikTravel bersama Toyota Corolla Cross Hybrid Road Trip Explore Mandalika melakukan perjalanan ke Gunung Bromo Tengger Semeru baru-baru ini. Saat itu baru 2 kabupaten saja yang dibuka di tengah itu tak mengurangi pesona Gunung Bromo. Perbukitan hijau royo-royo tampak anggun memanjakan mata. Patrick, pemandu wisata jip bercerita tentang wisatawan yang datang ke sana. Ternyata wisatawan domestik dan turis internasional punya waktu favorit yang Teletubbies Rachman_punyaFOTO"Turis ramai bulan Juni-November, kalau Nataru sepi. Wisatawan lokal kebalikannya," Bromo ramai dengan wisatawan domestik saat libur sekolah, hari raya dan saat Libur Natal dan Tahun Baru Nataru. Cerita Patrick kemudian berlanjut ke soal musim di Gunung Bromo."Kalau musim hujan justru Gunung Bromo enggak begitu dingin karena lembab," Teletubbies Foto Rachman_punyaFOTOJika masuk musim kemarau, justru Gunung Bromo akan terasa dingin. Angin kemarau yang kering akan terasa menusuk kulit. "Agustus itu puncaknya dingin, ditambah angin dan bunga es. Kalau mau melihat bunga es, datangnya Agustus," musim hujan, kabut akan turun lebih cepat. Jarak pandang di Gunung Bromo hanya sekitar 5 meter. Belum lagi jalan yang curam jadi tantangan.[GambasVideo 20detik] Simak Video "Polisi Ungkap Penyebab Hilangnya Patung Ganesha di Gunung Bromo" [GambasVideo 20detik] bnl/ddn
Perilaku buruk ini memang perlu dihindari. Para stakeholder di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melakukan bersih kawasan dan menemukan kutang hingga pembalut bekas pakai. Para relawan itu membersihkan kawasan Bromo dari titik Pos Jemplang, di dekat Bromo Hillside Cafe 360°. Sampah botol oli. Mengutip akun Instagram tumpangcamp mereka mengatakan bahwa saat itu menemukan barang-barang unik. Traveler masih ada yang suka membuang barang begitu saja. Jadi, dalam unggahan itu, mereka ingin mengingatkan agar para traveler untuk membawa dulu dan membuang sampah hingga bertemu dengan tempatnya. Sampah-sampah ini dibuang di semak belukar. Para relawan Gunung Bromo itu memilah semak dan rumput untuk menemukan botol miras. Banyak pula sampah yang ditinggal di tengah jalan Gunung Bromo seperti ini. Jika traveler pernah ke Gunung Bromo, pasti melewati jalanan yang kanan kirinya berupa semak-semak. Nah, lokasi dengan rumput yang serba tinggi itulah tempat para traveler nakal membuang sampahnya. "Dan sampah yang kami temukan rata-rata kebanyakan di temukan di dalam semak-semak rumput yang tinggi, semisal botol alkohol, jerigen, botol air mineral, botol oli, sendok, boks nasi, banner, kresek, payung, beberapa pasang sendal jepit, kaos kaki, pembalut bahkan celana dalam beserta BH-nya sekalian," kata tumpangcamp. Begitu banyak stakeholder yang terlibat dalam giat bersih-bersih ini. Namun, tidak dicantumkan seberapa banyak sampah yang telah dikumpulkan.
Saya teguk habis segelas susu coklat saat sebuah postingan tentang bromo di sebuah akun instagram terpampang di layar gawai. Hal itu seketika mengingatkan saya akan manisnya memori liburan di bromo kala itu. Ah, rasanya sudah lama sekali. Januari 2015, berarti sudah hampir 4 tahun sejak liburan saya ke wisata gunung Bromo bareng Ayu, Andri, dan Evelyn. Tapi, masih terbayang jelas setiap sudut keindahannya. Rasanya, saya tak pernah melihat pemandangan secantik itu di Jawa. latar belakang gunung batok Saya buka folder âWisata Gunung Bromoâ di laptopku. Terpampang ratusan file foto senyuman-senyuman bahagia saya dan Ayu, dengan latar belakang kawasan bromo tengger semeru dari berbagai sisi. Sumpah, Bromo keren banget. Apalagi saat melihat kaldera besar yang di tengahnya masih terdapat 2 gundukan tanah yang membentuk gunung bromo dan gunung batok. Serta beberapa hektar sabana dan lautan pasir di sekelilingnya. Saya masih ingat, perjalanan berliku dari rumah Andri di Probolinggo menuju kawasan wisata gunung Bromo. Jalanan terus naik seiring menurunnya suhu udara serta semakin hijaunya panorama dari balik kaca mobil. Tak terasa, 2,5 jam terasa cepat sekali berlalu dan kami pun tiba di sebuah homestay tak jauh dari gerbang kawasan bromo tengger semeru. Saya masih ingat, saat kaki telanjang tak mampu menahan dinginnya keramik di homestay. Dengan ketinggian di atas meter dpl, tentu dinginnya sudah mampu menusuk tulang. Tak perlu AC di sini, yang kita perlukan hanyalah selimut tebal nan hangat. Dan tak lupa air hangat untuk mandi, kalau tak mau tubuhmu beku, ahaha.. Saya masih ingat, saat pertama kalinya mata ini menangkap panorama kaldera yang sangat indah. Rasa-rasanya, ini kaldera pertama yang saya lihat sampai dengan saat itu. Sebuah tempat indah yang tercipta dari tragedi alam. Kalau dibayangkan, begitu dahsyat letusan gunung ini jaman dahulu kala. Tetapi, keindahan yang tercipta setelahnya, mampu meninggalkan decak kagum dari siapapun yang melihatnya. wisata gunung bromo Saya masih ingat, saat roda-roda Toyota Land Cruiser yang kami naiki, dengan tangguhnya menembus lautan pasir. Pasir berbisik, begitulah nama populernya. Hembusan-hembusan angin yang menerpa dan menerbangkan butiran-butiran pasir, sepertinya menciptakan bunyi dan siulan. Mungkin itulah yang mengilhami di balik pemberian nama pasir berbisik yang menginspirasi sebuah karya film layar lebar. Mungkin. gunung bromo Saya juga masih ingat, saat kembali lagi mata ini dibuat kagum. Setelah melewati tandusnya lautan pasir, tiba-tiba di ujung sana muncul perbukitan hijau. Bukit berundak dengan hamparan rumput hijau bagaikan permadani. Tak lupa pohon-pohon pinus mulai tumbuh memamerkan keindahannya. bukit teletubbies bromo Saya masih ingat, saat hati ini begitu excited mendaki meter demi meter tanah kering yang elevasinya semakin tinggi, demi mencapai puncak gunung bromo. âAda apa sih di puncaknya? Bagaimana sih panorama dari atas?â. Begitulah beberapa pertanyaan di hati yang tak sabar untuk segera saya temukan jawabannya. Sesampainya di atas, saya terpana melihat kawah gunung berapi aktif pertama yang saya lihat, dan saat ini masih menjadi satu-satunya kawah gunung berapi aktif yang saya lihat langsung. Bau belerang menyengat kuat, tapi tak membuat pesona bromo luntur. Gunung batok di sebelahnya menjadi tempat yang ciamik untuk dijadikan latar belakang foto kita. belerang di puncak gunung bromo Saya masih mengingat jelas, saat gunung batok menjadi saksi bisu kejutan yang saya berikan untuk ulang tahun Ayu yang ke 24. Ah, i was that sweet.. Mengingatnya, jadi sadar, sekarang saya tak se-so sweet dulu ahaha.. Untuk Andri dan Evelyn, makasih banget udah ngebantuin bikin surprise di tempat terindah di pulau Jawa. ultah di gunung bromo Dan saya pun masih ingat, saat lapisan-lapisan jaket tebal tak sepenuhnya menghindarkan saya dari dinginnya udara penanjakan bromo di pagi buta. Demi sunrise terindah, saya rela deh. Walau akhirnya gagal menikmati sunrise bromo. Kabut tebal yang iseng mungkin tertawa terkekeh melihat ratusan orang kecewa karena usaha bangun paginya tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan, ahaha.. gagal berburu sunrise Ah, sungguh banyak sekali kenangan-kenangan indah yang telah terukir selama trip singkat ke Bromo.. Dengan semakin banyaknya petualang, semakin aktifnya penggunaan media sosial, sekarang bermunculan wisata gunung bromo yang lainnya. Tentu saya pun ingin kembali ke bromo untuk menelusuri sudut-sudut wisata baru itu. Apalagi, sunrise cantik belum berhasil kuabadikan dalam bidikan kamera. Cerita detil perjalanan wisata gunung bromo klik di sini Libur Natal sebentar lagi nih. Bagaimana kalau aku ke Bromo saja? Tapi ada yang sedikit berbeda. 2015, saya masih tinggal di Jakarta. Banyak cara menuju Bromo, bisa dengan menggunakan pesawat, kereta api, bus, atau kendaraan pribadi. Waktu itu saya memilih moda transportasi kereta api sampai Surabaya yang dilanjut dengan bus menuju Probolinggo. Perjalanan selama beberapa jam terasa tak membosankan kalau perginya dengan orang yang kita cintai. Sekarang, 2018, saya berdomisili di Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat. Tentu menuju Bromo tak lagi semudah dulu. Satu-satunya moda transportasi yang paling efisien adalah dengan pesawat terbang. Untungnya hadir Traveloka dengan segala kepraktisannya. Membeli tiket pesawat tak lagi ribet. Tak perlu lagi kita datang ke travel agent, cukup bukan handphone atau laptopmu. Tinggal pilih bandara keberangkatan dan tujuanmu, tentukan tanggal, jumlah penumpang, pilih maskapai, jam keberangkatan, nama penumpang, dan lain sebagainya. Terakhir tinggal lakukan pembayaran, bisa ke ATM, mobile banking, atau pake kartu kredit. Setelah itu, tiket akan langsung masuk ke email kita. Praktis banget bukan??? Sejauh ini, hanya traveloka satu-satunya aplikasi Online Travel Agent yang terpasang di gawai saya dan telah berkali-kali mempermudah hidup saya dalam urusan beli tiket pesawat dan booking hotel. Ah, terimakasih Traveloka.. Urusan tiket pesawat kelar, tinggal mikirin bagaimana caranya buat explore Wisata Gunung Bromo. Nah, dengan traveloka ini, urusan liburan di tempat yang kita tuju juga bisa ditangani. Begitu juga dengan wisata gunung bromo ini, traveloka juga udah siap menjadi partner liburan kita. Mau tahu lebih jelasnya?? Klik di sni. Jadi, ke Bromo kita???? Kuy!!!!!! kuy ke bromo Traveler Paruh Waktu
detikTravel Community - Perjalanan menuju ke Bromo memang selalu mengesankan dan menghadirkan cerita tersendiri. Kali ini tentang keindahan dan juga berasal dari kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dan saat ini berdomisili di kota Malang, Jawa Timur karena sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Saya menyukai travelling, photography, dan semua yang berkaitan dengan seni serta mempunyai keinginan untuk mengeksplor semua destinasi wisata yang ada di Indonesia, Jawa Timur khususnya. Saya ingin sekali mengunjungi salah satu tempat wisata terkemuka di Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 Bali baru yaitu Taman Nasional Bromo Tengger yang tak kenal dengan Bromo yang mempunyai pesona sunrise terbaik di dunia? Itu membuat saya ingin sekali mengunjungi tempat masuk tahun kedua tinggal di Malang, ada beberapa teman saya yang mengajak saya berlibur ke Bromo. Saya bahkan diejek oleh mereka karena sudah 2 tahun tinggal di Malang tapi belum pernah pergi ke Bromo. Memang saya sadari itu karena belum punya teman yang cocok untuk diajak ke saya memutuskan untuk ikut ke Bromo, akan tetapi saya mengajak teman dan saudara saya yang berasal dari daerah kelahiran saya. Tepat di bulan Agustus 2018 saya melakukan perjalanan ke Bromo. Persiapan demi persiapan kami saya mengira bahwa pergi ke Bromo menggunakan jasa sewa jeep, ternyata teman-teman saya ingin menggunakan sepeda motor dengan alasan budget yang mahal untuk menyewa jeep. Ya sudah saya nurut saja, hari H saya menemani teman saya untuk mencari penyewaaan motor, tapi tidak tau kenapa saat itu banyak sekali tempat persewaan motor yang kehabisan stock motornya dan banyak yang tutup. Mungkin karena musim liburan atau memang tempatnya yang sedang beberapa lama mencari, akhirnya kami berhasil mendapatkan tempat penyewaan motor dan akhirnya kami pun pulang ke kost dan mempersiapkan apa yang perlu dibawa ketika nanti pun tiba dan tepat pukul kami berangkat dari Malang menuju Bromo. Kami memilih jalur via Nongkojajar Pasuruan dengan jarak tempuh 54 Km dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam masuk desa Nongkojajar kami berhenti sejenak di supermarket untuk membeli beberapa bekal untuk sarapan agar tidak sulit ketika sampai di Bromo. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan melewati perkampungan warga, tetapi jalan sangat sepi dan saat memasuki hutan rasanya sangat gelap dan mencekam karena hanya ada 3 motor dan terdiri dari 6 orang melewati hutan dan perkampungan yang sepi akhirnya kami tiba di persimpangan dekat pasar Nongkojajar untuk beristirahat sejenak. Di situ terlihat agak ramai karena banyak sekali wisatawan yang hendak pergi ke Bromo dan beristirahat di situ karena ada supermarket, SPBU, dan toilet beristirahat kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Tapi kali ini kami menggunakan aplikasi Google maps dikarenakan belum ada di antara kami yang pernah ke Bromo menit perjalanan saya pun mulai merasakan kedinginan karena suhu udaranya semakin dingin. Sampai akhirnya tangan saja benar-benar seperti mati rasa mungkin karena tidak menggunakan sarung tangan. Kami sampai di sebuah pos ronda dekat dengan tikungan di situ ada orang yang berjaga malam dan kebetulan menghidupkan api unggun saya berhenti sejenak dan meminta ijin untuk menghangatkan badan karena benar-benar tidak tahan dengan melihat saya yang kedinginan akhirnya bapak tersebut memberikan saya sepasang sarung tangan. Katanya pakai saja kasihan kedinginan. Saya sempat menolak tapi bapak itu bilang tidak apa ambil saja kebetulan saya punya 2 sarung benar-benar berterima kasih setelah itu kami berpamitan untuk melajutkan perjalanan menuju Bromo. Menurut informasi yang saya dapatkan dari bapak tersebut, penanjakan Bromo sudah tidak terlalu jauh kurang lebih 3 Km pun kembali dilanjutkan. Tidak lama kemudia kami memasuki area Bromo ditandai dengan salah satu hotel yang ada di Bromo yaitu Plataran Bromo. Terlihat sedikit macet dan padat karena banyak sekali jeep yang mengantri pada pos masuk taman nasional Bromo Tengger Semeru. Sekarang giliran kami untuk membeli karcis tiket masuk ke taman nasional Bromo Tengger Semeru sebesar Rp Dari pos masuk kita masih harus menuju puncak penanjakan dengan jarak tempur sekitar 700 meter sampai 1 Km. Akhirnya sampai juga di parkiran motor dan kami pun berjalan menuju puncak penanjakan Bromo terdapat beberapa sunrise point yaitu penanjakan 1, penanjakan 2, bukit cinta, dan bukit kingkong. Kami memilih penanjakan 2 karena penanjakan 2 adalah puncak penanjakan yang paling tinggi di antara sunrise point yang sampai di atas puncak, ternyata suhu udara di puncak jauh lebih dingin. Berkisar antara 6 hingga 7 derajat celcius. Sesampainya di puncak pada pukul pagi. Waktu sunrise masih lumayan lama dan kami pun masuk ke warung-warung yang ada di sekitar situ untuk mencari makanan atau minuman hangat sembari menunggu waktu itu masuk waktu subuh kami pun bergegas untuk sholat subuh di mushola yg ada disitu. Mushola ini cukup unik karena menurut orang-orang disitu menyebutnya dengan mushola diatas awan. Mungkin karena letaknya yang berada di atas sholat kami langsung menuju puncak penanjakan untuk menunggu waktu sunrise. Saat itu ramai sekali karena banyak sekali wisatawan asing maupun domestik yang datang berkunjung ke Bromo. Suhu semakin beberapa menit menunggu, kami pun melihat jejeran pegunungan yang berdiri kokoh dihadapan kami, terdiri dari gunung batok, Bromo, widodaren, gunung Semeru, serta hamparan lautan pasir kecoklatan yang seakan menambah keeksotisan pukul pagi, sang fajar tepat berada di atas garis cakrawala. Saat itu semua pengunjung berdiri dan menyaksikan sunrise terindah di dunia. Saya pun tidak mau kalah. Saya langsung mengeluarkan kamera dan membidik momen yang belum saya lihat sebelumnya. Sungguh keindahan yang luar pun tak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena telah menciptakan alam semesta yang indah. Bahkan tidak terasa air mata ini pun menetes karena merasa begitu kecil dan tak ada apa-apa di hadapan semua kuasa Tuhan. Maha suci Tuhan yang telah berfoto, berselfie bersama teman-teman. Akhirnya kami mulai kembali ke kendaraan dan bersiap-siap untuk turun ke lautan pasir. Saat berjalan turun ke bawah ternyata macetnya sama seperti ketika kami datang, ini kami harus ekstra hati-hati karena track dan medan yang sangat berbahaya. Bentuk jalan yang sempit hanya muat 1 jeep saja, menurun terjal, berdebu licin, serta ada jurang di sampingnya. Beberapa lama kemudian saya merasakan ada yang aneh dengan motor saya. Mesin motor saya tiba-tiba sempat panik, tapi kata teman saya itu biasa apabila suhu udara dingin kemungkinan busi motor terkena embun sehingga mempengaruhi kinerja mesin apabila belum dipanaskan sebelum digunakan. Ternyata benar, setalah beberapa saat akhirnya kembali normal seperti semula, beberapa lama kemudian teman saya Ammar mengeluh karena rem motornya kurang berfungsi saat kita memasuki jalanan menurun yang terjal. Kami mencoba menepi dan memeriksa kendaraan. Saya mencoba untuk tidak terpikirkan oleh saya untuk kembali ke atas tapi tidak memungkinkan karena jalannya yang sempit dan padat jeep yang antri untuk turun. Kami mencoba mencari ada 4 orang pria menggunakan kain sarung yang dikalungkan pada lehernya mendekati kami dan menawarkan bantuan untuk mengangkut motor teman saya untuk dibawa ke bawah lautan pasir. Karena sudah banyak korban kecelakaan di Bromo yang diakibatkan oleh rem tetapi, biayanya lumayan mahal yaitu Rp Saya mencoba untuk bernegosiasi dengan bapak-bapak tersebut akhirnya dikurangi menjadi Rp Mereka pun mulai mengangkut motor milih yang membuat saya terkejut adalah mereka mengangkut motor tersebut menggunakan sepeda motor milik mereka. Jadi motor diangkut di atas motor lalu diikat menggunakan tali dengan erat. Luar biasa menurut saya itu pekerjaan yang cukup setelah sampai di bawah, kami mulai melanjutkan perjalanan untuk mengarungi lautan pasir Bromo yang luas. Sensasinya luar biasa. Mengendarai sepeda motor di atas Padang pasir ternyata tidak beberapa kali terjatuh di atas pasir lembut dan kendaraan kami oleng-oleng karena pasir yang sangat tebal. Tapi itu menyenangkan sekaligus mengesankan. Kapan lagi bisa menikmati Padang pasir tanpa harus jauh-jauh ke Mesir, yang lumayan menguras tenaga. Karena jarak dari jalan aspal sampai ke gunung Bromo itu kurang lebih 5 Km. Sangat jauh bukan ditambah lagi dengan berjalan melalui Padang pasir dan sesampainya di kaki gunung Bromo akhirnya kami pun memarkirkan kendaraan dengan itu kami bersiap untuk mendaki gunung Bromo dengan berjalan kaki. Baru setengah perjalanan teman saya Erlangga sudah mengeluh karena kelelahan. Teman ku yang satu itu memang suka mengeluh. Tapi setelah berhasil ku rayu akhirnya dia mau melanjutkan perjalanan ke atas puncak dan kawah berada di atas puncak Oh My God!!! Saya kembali dibuat takjub oleh apa yang saya lihat. Bromo mempunyai kawah curam yang sangat dalam serta mengeluarkan gas serta suara gemuruh yang begitu dahsyat. Ini membuktikan kalau energi dari dalam perut bumi itu sangat luar berlama-lama akhirnya kami mulai turun ke bawah dan melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya. Kami kembali melewati Padang pasir dan menempuh jarak sekitar 5 Km lagi. Akhirnya kami sampai di tempat selanjutnya yaitu bukit Teletubies dan Padang savana luar biasa indah dan memanjakan mata karena saat sampai di situ keadaan seakan berubah. Yang tadinya hanya gunung gersang berdebu dan berpasir ketika sampai di sini berubah menjadi Padang savana hijau yang luas, ditumbuhi bunga-bunga berwarna ungu mirip lavender dan bukti hijau yang mirip di film kartu menunggu lama kami pun berfoto bersama berlatarkan perbukitan hijau. Akan tetapi udara pun mulai terasa menyengat karena waktu sudah menunjukkan pukul pagi. Setelah itu kami pun bersiap untuk your information bukit teletubies merupakan gerbang masuk pertama menuju gunung Bromo apabila kamu mengambil rute via Tumpang Kabupaten Malang. Karena Bromo diapit oleh 4 kabupaten. Yaitu kabupaten Malang, kabupaten Pasuruan, kabupaten Lumajang, dan kabupaten lanjutttt.... setelah sampai di pos keluar taman nasional Bromo Tengger Semeru kami akan memasuki salah satu desa yaitu desa Ngadas. Desa tertinggi di Indonesia loh. Desa Ngadas sendiri merupakan tempat tinggal suku asli Bromo yaitu suku Tengger yang bermata pencaharian sebagai petani tak heran ketika kamu melewati jalur Tumpang kamu akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa indah. Seperti pegunungan sekitar Bromo, persawahan milik warga desa Ngadas, dan masih banyak lagi. Serta ada objek wisata lainnya yang juga ada dalam lingkup taman nasional Bromo Tengger Semeru yang aksesnya mudah dan dekat dengan jalan ke Bromo via tumpang. Yaitu coban pelangi yang terletak di kecamatan Poncokusumo kabupaten Malang ini merupakan air terjun yang masuk dalam lingkungan taman nasional Bromo Tengger setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju kota Malang dengan jarak tempuh sekitar 35 Km. Saat sampai di kota Malang kami mampir untuk makan siang sebentar karena perut kami sudah keroncongan dan kami makan siang di McD Dinoyo Malang dan setelah itu kami pun pulang ke kost masing-masing. Saat sampai kost waktu menunjukkan pukul WIB udah sore ternyata perjalanan yang sangat melelahkan tetapi asyik. Banyak pelajaran yang saya petik diantaranya perjuangan, pengorbanan, kekeluargaan, bersyukur, waspada, serta menjaga kelestarian lingkungan saya melakukan travelling itu bukan semata-mata karena ingin mencari kesenangan semata tetapi disisi lain travelling itu juga bertujuan untuk kita mengetahui betapa indahnya dunia ini dan begitu luar biasa mahakarya Tuhan yang maha kuasa. Travelling itu bukan tentang kepuasan tapi tadabur alam. Karena setiap perjalanan itu pasti ada pelajaran.
cerita liburan ke gunung bromo