Perilakusuami yang kasar kepada istri tentunya bertentangan dengan Islam dan tidak ada ajaran Islam yang memerintahkan untuk berlaku semena-mena kepada istri. Rasulullah SAW bersabda: Artinya: "Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik dari kamu untuk keluarganya, dan aku yang terbaik dari Anda untuk keluarga saya.".
Discovershort videos related to suami yang tidak menghargai istrinya on TikTok. Watch popular content from the following creators: HIJRAH YUK 09_21(@hijrahku332), Bunda Nasecha(@bundanasecha), mata cipit🤏(@monicasibarani28), mamさちお(@mamcacio), Rathy bandhaso(@rathy255) . Explore the latest videos from hashtags: #istriyangtakdihargai, #suamitidaksayangistri .
Berikutsepuluh tugas suami dalam interaksi dengan istri, yang hendaknya selalu diupayakan dalam kehidupan nyata. 1.Menjadi Suami yang Penuh Pengertian terhadap Istri. Para istri sangat mengharapkan sosok suami yang penuh pengertian. Suami yang memahami kondisi dirinya, suami yang mampu menerima istri apa adanya, suami yang memberikan dukungan
Halini didukung dari perbandingan antara minoritas istri kedua yang benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai porsi dengan mayoritas perempuan yang hanya menginginkan keuntungan dari para suami. Inilah yang menjadi penyebab kata "pelakor" muncul dan viral. Tentunya semua kembali kepada personal masing-masing.
Kumpulankata mutiara nasehat untuk suami istri, menghimpun banyak sekali quotes dan kata kata islami untuk terbinanya hubungan suami istri yang harmonis Carilah teman dan tentangga yang baik, karena seseorang itu tergantung pada agama temannya. Teman yang baik. Diamlah dari perkataan yang buruk niscaya kamu akan selamat. Akhlak terpuji.
proporsi manusia adalah panjang kepala dengan tubuh. Enggam mengerjakan pekerjaan rumah tangga salah satunyaFoto Orami Photo StockSaat berselisih pendapat, hal yang paling mudah yaitu menunjuk kesalahan orang lain tapi sering lupa kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri. Sering menuntut hak dari orang lain, tapi abai terhadap kewajiban sendiri. Ini juga bisa dilakukan oleh seorang rumah tangga sangat dipengaruhi oleh baiknya kepemimpinan seorang suami sebagai kepala keluarga dalam membina keluarganya. Lebih-lebih lagi adalah sikap dan perilakunya dalam bergaul dengan istrinya. Jika salah bertindak, maka akan sering terjadi percekcokan yang berfek negatif dalam rumah waktu, perasaan negatif yang tidak diatasi dapat menyebabkan masalah fisik dan psikologis, kata psikolog Gloria Vanderhorst, PhD. "Stres berkembang dalam hubungan untuk setiap pasangan, meskipun untuk alasan yang berbeda,” jelasnya, dikutip juga kesalahan suami terhadap istri menurut Islam. Padahal sebelumnya Islam telah menjelaskan tentang hak dan kewajiban suami istri, baik dalam Alquran dan hadist. Cari tahu kesalahan suami terhadap istri menurut Islam di sini!Baca Juga Apa yang Harus Dilakukan Setelah Tahu Suami Berselingkuh?1. Tidak Mengajarkan Ilmu AgamaFoto 6 Kesalahan Suami Terhadap Istri Menurut Islam -1 Foto Orami Photo StockSuami yang memberi nafkah, membelikan rumah, kendaraan, memenuhi segala kebutuhan hidup mungkin ada banyak, namun berapa banyak yang ingat kewajibannya untuk mengajarkan ilmu agama pada istri dan anak-anaknya?Padahal, hal tersebut sudah menjadi kewajiban suami untuk memelihara diri dan keluarga yang dipimpinnya dari perihnya azab kubur dan siksa berfirman “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,”. QS At-Tahrim 6Maka, suami diminta untuk tidak mengabaikan hal ini, karena kepemimpinannya akan diminta dipertanggungjawabkan. Hendaklah suami mengajarkan agama kepada istrinya, baik dilakukan sendiri atau melalui perantara seperti menghadiahkan buku-buku tentang Islam, mendiskusikannya, mengajak istri menghadiri ke majelis-majelis ilmu, dan lain Tidak Merasa CemburuFoto 6 Kesalahan Suami Terhadap Istri Menurut Islam -2 Orami Photo StocksFoto Orami Photo StockKesalahan suami terhadap istri menurut Islam ini adalah sesuatu yang fatal. Saat istri jalan-jalan ke luar rumah, ke sana-ke mari dengan pria lain, membuka auratnya ke mana-mana namun suami tidak merasa cemburu adalah hal salah satu tandanya rasa cinta dari keduanya memudar.“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat yaitu seseorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts,”. HR An-Nasa’i dinilai hasan’ oleh syeikh Albani, dalam ash-Shahihah 674Pengertian ad-Dayyuts atau dayus di sini adalah lelaki yang tidak memiliki kecemburuan terhadap istrinya. Padahal semestinya, untuk suami istri yang saling memiliki rasa cinta, rasa cemburu harus hadir sebagai bumbu yang mengikat kepada Juga Jika Penghasilan Anda Lebih Besar dari Suami3. Tidak Memberi NafkahFoto 6 Kesalahan Suami Terhadap Istri Menurut Islam -3 Foto Orami Photo StockSudah banyak contoh para suami yang tak malu menelantarkan istrinya tanpa uang nafkah atau uang belanja sama sekali, padahal ini merupakan dosa yang luar biasa. Malahan, ada juga yang akhirnya membuat istri yang mencari nafkah sedangkan dirinya hanya berdiam seorang perempuan yang telah rela meninggalkan kedua orang tuanya untuk mengabdi pada suami, bahkan rela hamil dan melahirkannya namun tidak diberi nafkah baik secara lahir maupun hal tersebut adalah dosa besar dan merupakan kesalahan suami terhadap istri yang sangat besar menurut islam. Rasululluah SAW bersabda “Seseorang cukup dipandang berdosa bila dia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,”. Dawud CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani.Padahal, memberi nafkah pada istri hukumnya wajib dan bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda “Jika seorang muslim mengeluarkan nafkah untuk keluarganya sedangkan dia mengharapkan pahalanya, maka nafkah itu adalah sedekah baginya,”. Muttafaq alaih4. Enggan Membantu Pekerjaan RumahFoto 6 Kesalahan Suami Terhadap Istri Menurut Islam -4 Foto Orami Photo StockTidak sedikit suami yang amat tidak mau membantu pekerjaan domestik pekerjaan rumah tangga, karena menganggap hal tersebut sepenuhnya adalah kewajiban istri. Ini jelas salah, karena Rasulullah SAW sekali pun telah mencontohkan untuk membantu istri dalam persoalan di dalam rumah.“Beliau Rasulullah membantu pekerjaan istrinya. Dan jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat,” BukhariRumah tangga dibangun atas dasar kerja sama, itu pun termask dalam hal urusan rumah tangga. Jika suami membiarkan istri melakukannya sendiri, itu merupakan kesalahan suami terhadap istri menurut islam dan tindakan yang tidak Baik pada Orang Lain Namun Kasar pada IstriFoto 6 Kesalahan Suami Terhadap Istri Menurut Islam -5 Foto Orami Photo StockKarena ingin terlihat baik, suami bisa bersikap baik dan ramah kepada tetangga, rekan kerja, atasan, bahkan pada orang yang tidak dikenal. Namun saat di rumah, perangainya berubah menjadi kasar dan keras kepada Rasulullah SAW pernah bersabda “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap istri-istrinya,” at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani.Terlepas dari penyebabnya, bersikap kasar adalah kesalahan suami terhadap istri menurut islam. Seharusnya, suami menjaga perasaan istri, karena rizki suami tergantung dari Juga Perbincangan Wajib Suami dan Istri6. Mencari Kesalahan IstriFoto 6 Kesalahan Suami Terhadap Istri Menurut Islam -6 Orami Photo StockDalam suatu hadist riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW melarang lelaki yang berpergian dalam waktu yang lama dan pulang menemui keluarganya di waktu malam, karena dikhawatirkan akan mendapati berbagai kekurangan suami diminta bersabar dan menahan diri saat melihat kekurangan yang ada pada istrinya, juga ketika istri tidak melaksanakan kewajibannya. Apapun alasannya, mencari-cari kesalahan adalah termasuk kesalahan suami terhadap istri menurut SAW bersabda “Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,”. HR MuslimHindari kesalahan suami terhadap istri menurut islam ini agar terjaga hubungan yang harmonis dan memiliki rumah tangga yang © 2023 Orami. All rights reserved.
PERCERAIAN dalam rumah tangga bisa terjadi karena beberapa sebab. Salah satu faktor perceraian adalah sang suami yang kasar kepada istri. Suami yang memiliki sifat buruk ini tentu jauh dari ketakwaan. Karena Nabi Muhammad SAW- -contoh terbaik sosok suami- bersikap lembut terhadap istri-istrinya. Kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi baik secara verbal hingga serangan fisik. Perangai buruk ini tentunya akan menyakiti istri, baik secara psikis maupun fisik. Lantas bagaimana Islam memandang perilaku suami yang kasar kepada istri, apakah hal itu dibolehkan atau dilarang dalam agama? Ilsutrasi pria marah. Foto Unsplash BACA JUGA Ini Doa untuk Suami yang Sering Emosi Dilansir dari Elbalad, anggota Fatwa di Dar Al Ifta Mesir, Syekh Mahmoud Syalabi mengatakan bahwa suami yang kasar kepada istri seperti menghina atau memukul istrinya, itu dilarang. Karena Rasulullah SAW sendiri yang melarangnya. Menurutnya, para suami yang kasar kepada istri, mereka seakan merasa sebagai yang paling berkuasa dan bisa melakukan apa saja kepada istrinya. Perilaku suami yang kasar kepada istri tentunya bertentangan dengan Islam dan tidak ada ajaran Islam yang memerintahkan untuk berlaku semena-mena kepada istri. Rasulullah SAW bersabda خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي Artinya “Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik dari kamu untuk keluarganya, dan aku yang terbaik dari Anda untuk keluarga saya.” Nabi SAW dalam banyak hadits memerintahkan untuk berlaku lemah lembut kepada pasangan, berlaku adil hingga saling berkasih sayang. Hal ini karena Rasulullah SAW menyebut rahmat Allah SWT akan diberikan kepada orang-orang yang menebar kasih sayang. Bagaimana menghadapi suami yang suka menghina? Para ulama mengajarkan, sebelum suami meminta istri untuk menghormatinya, maka haruslah memperlakukan istrinya dengan muamalah yang baik. Perlu diingat bahwa seorang istri tergantung juga dengan kualitas suaminya. Adapun jika memang seorang suami meninggikan suaranya di depan istrinya, akan lebih baik bagi istri untuk tidak meninggikan suaranya juga. Karena keunggulan perempuan adalah dari ketenangannya. Anggota Fatwa di Dar Al Ifta Mesir, Syekh Ali Fakhr, mengatakan memukul istri dengan tangan atau bahkan dengan benda berat tidak diperbolehkan. Jika memang ingin menghukum, alat itu tidak boleh lebih besar dari lidi atau pensil. Dia menambahkan bahwa pemukulan dalam Islam dimaksudkan sebagai peringatan keras, jika memang peringatan ini telah berulang kali dibicarakan. Nasihat bagi Suami yang Kasar kepada Istri Ilustrasi pria kesal dan sedih. Foto Freepik “Pemukulan suami terhadap istrinya ditolak dari sudut pandang Syariah, karena itu adalah masalah yang mempengaruhi martabatnya dan wajib baginya untuk merawatnya agar kehidupan di antara mereka menjadi lurus,” jelasnya. Sementara itu, cara terbaik seorang suami saat menasihati istri adalah tidak gegabah apalagi langsung membentak-bentak tanpa alasan. Filosofi seorang istri diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok mengandung makna yang amat dalam. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW mengisahkan tentang sosok istri yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Jika seorang suami hendak meluruskan tulang yang bengkok itu, maka sama saja dengan mematahkannya. Namun jika dibiarkan saja, niscaya ia akan tetap bengkok. Maka Rasulullah SAW berpesan, agar seorang suami menyampaikan nasihat dengan cara yang amat baik kepada istri. Beberapa ulama mensyarah kandungan hadis ini dengan anjuran agar suami bersabar menghadapi kesalahan dan keburukan istri. Seorang wanita tidak akan lurus pada satu keadaan. Maka sang suami harus melakukan penyesuaian agar bisa melanjutkan kehidupan bersama. Sepatutnya sang suami bersikap lemah lembut kepada kaum wanita karena kelemahan akal mereka. Nasihat bagi Suami yang Kasar kepada Istri Ilustrasi Unsplash BACA JUGA 20 Ciri Suami Durhaka pada Istri Seorang suami juga hendaknya tidak membenci segala hal dari istri yang bisa menyeretnya ke dalam perceraian. Ia harus menyeimbangkan apa-apa yang membuatnya benci dari si istri dan apa-apa yang membuatnya ridha dari sosok yang telah menemaninya tersebut. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang Mukmin laki-laki memarahi seorang Mukminah. Jika dia merasa tidak senang terhadap salah satu perangainya, maka ada perangai lain yang dia sukai.” HR Muslim. Jika ada keburukan dalam diri seorang istri, niscaya masih ada kebaikan dalam diri sang istri. Dengan mengingat kebaikannya, niscaya dia akan memaafkannya serta melupakan tindakannya yang kurang menyenangkan. []
Memangnya bisa tetap harmonis? Ya, tentu saja. Saat salah satu pasangan terganggu jam istirahatnya, tentu hal tersebut akan membuatnya merasa lelah saat menjalani aktivitas harian. Saat istirahat malamnya terganggu untuk waktu yang cukup lama, ia mungkin akan memendam rasa kesal. Masalah kecil yang dipendam hingga menumpuk akan menyebabkan masalah besar dalam sebuah hubungan. BACA JUGA 7 Hal yang Diam-diam Merusak Keintiman Suami Istri Rasa kesal yang dipendam tersebut akan menghilangkan apresiasi Anda terhadap pasangan. Bahkan Anda dan pasangan dapat berdebat untuk hal-hal yang tidak perlu dan salah satunya bisa merasa cepat sakit hati. Jika tidur terpisah dilakukan untuk keharmonisan sebuah hubungan, kenapa tidak melakukannya? Namun, tetap sempatkan untuk mendapatkan kehidupan seks, serta beri pelukan dan kecupan sebelum pergi tidur. Hal tersebut akan menjaga ikatan Anda dan pasangan. Kekurangan jika suami istri pisah ranjang Ketika alasan Anda tidur pisah ranjang adalah karena suatu masalah dalam suatu hubungan, tentu saja hal tersebut akan merusak keintiman Anda. Ketika Anda memiliki masalah pribadi, lalu Anda meminta pasangan untuk menjauh, hal ini juga dapat menimbulkan masalah pada hubungan Anda. Tidur terpisah karena alasan tersebut, tidak membuat masalah teratasi, Anda akan tetap menjumpai masalah tersebut. Menjadikan tidur terpisah sebagai alasan untuk menghindari masalah dapat menimbulkan kekosongan tidak hanya secara fisik, tapi juga secara emosi. Kekosongan tersebut dapat menyebabkan perceraian. Anda mungkin ingin menumbuhkan kembali rasa individualitas yang sempat hilang ketika Anda telah hidup bersama pasangan. Bukan berarti hal tersebut buruk, hanya saja, saat Anda ingin berkembang sendiri, misi dan visi pernikahan pun menjadi kacau. Anda dan pasangan akan berkembang secara terpisah. BACA JUGA 7 Tips Agar Pernikahan Tetap Romantis Meski Sudah Lama Menikah Cara Anda agar tetap terikat satu sama lain adalah dengan memulai rutin diskusi setiap harinya, jangan sampai hilang komunikasi begitu saja. Anda dan pasangan sama-sama memiliki kehidupan di luar rumah, jangan sampai masalah tersebut terbawa ke ranjang’, sehingga masalah tersebut menjadi alasan tidur terpisah. Jika Anda memang merasa perlu ruang untuk sendiri, pastikan Anda tetap menjaga pernikahan Anda dengan memiliki waktu bersama yang berkualitas. Jangan lupa untuk saling berkunjung ke ruangan masing-masing, sampai akhirnya Anda dan pasangan kembali memutuskan untuk sekamar. Yang harus diperhatikan saat memutuskan untuk tidur terpisah Sebelum memutuskan untuk tidur terpisah, pastikan pasangan menyetujui dan mengerti kondisi yang ada. Menurut Michael J. Breus, psikolog klinis, mengatakan ketika salah satu pasangan menentang ide tidur terpisah, keretakan dapat terjadi dalam hubungan mereka. Ketika salah satu dari pasangan merasa terabaikan, keintiman pun akan perlahan hilang, inilah yang menyebabkan seseorang mencari keintiman lain di luar pernikahannya. Yang terpenting adalah kedua pasangan mendapat waktu tidur yang cukup. Kurang tidur dapat menyebabkan beberapa risiko berbagai penyakit serius, seperti masalah kardiovaskular, obesitas, dan diabetes. Beberapa peneliti menemukan orang yang kualitas tidurnya kurang dapat menunjukkan tingkat rasa syukur yang rendah dan lebih egois dibandingkan dengan orang yang memiliki kualitas tidur yang baik. BACA JUGA 7 Tips Membangkitkan Kembali Gairah Bercinta
HIDUP berumah tangga tentulah tidak mudah. Banyak sekali tantangan dan rintangan yang akan dilewati. Terlebih bagi pasangan yang baru menjalin rumah tangga. Akan ada hal-hal yang membuat keduanya terkejut dan tidak menyangka. Di mana karakter dari setiap pasangan mulai terlihat. Sebagai laki-laki yang berperan menjadi seorang suami harus mampu menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh sang istri. Akan tetapi, akan menjadi sulit ketika suami mengetahui karakter istri yang memang tidaklah baik, seperti halnya berperangai buruk dan memalukan. Lalu, apa yang harus dilakukan? Dalam menghadapi permasalahan ini, hendaknya Anda, sebagai suami mengambil langkah-langkah spesifik, antara lain Pertama Meyakinkannya akan nilai akhlak yang baik dan buruknya kesalahan-kesalahannya. Bilamana hal itu dilakukan secara tidak langsung maka itu lebih utama. Cobalah sodorkan buku atau kaset ceramah yang membahas tentang hal tersebut. Kedua Seringlah mengajaknya untuk selalu berhubungan dengan ornag-orang yang berkhlak baik, entah itu sanak kerabat, tetangga, teman sekolah, atau rekan kerja. Sebab, contoh telaan merupakan sumber yang paling penting dalam memperoleh akhlak yan baik. Ketiga Suami sebagai teladan baginya dalam akhlak yang baik. Sehingga Anda pun harus berakhlak yang baik pula dalam kehidupan rumah tangga. Keempat Bantulah dia dalam mengatasi permasalahan. Berilah sarana-sarana yang positif unutk hal tersebut daripada sekadar mengkritik dan mencelanya. Kelima Berilah pujian atas keberhasilannya, walau sekecil apapun daripada mengkritik kegagalan-kegagalannya. Selain itu, jangan mengharap suatu perubahan dalam waktu yang singkat dan hendaknya kita membuat dririnya dapat merasakan hal tersebut. [] Sumber 150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi/Karya Nabil Mahmud/Penerbit Aqwam
Menjaga pernikahan tetap harmonis agar langgeng memang perlu kerja sama tim yang baik. Baik istri dan suami harus saling menjaga keutuhan rumah tangga, tentunya dengan menghindari sikap-sikap buruk yang bisa menghancurkan pernikahan. Berikut beberapa sikap buruk suami yang jika sering dilakukan bisa menghancurkan pernikahan. 1. Bicara kasar Entah disengaja maupun tidak, tapi cara bicara yang kasar, terlebih sampai memaki, bisa menyakiti perasaan istri. Ini adalah salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga KDRT dalam bentuk verbal. 2. Tidak menghargai pendapat Walau istri bukan kepala rumah tangga, akan sangat menyenangkan jika suami bisa menghargai pendapat istri. Istri pun berhak untuk didengar, terutama dalam mempertimbangkan pengambilan keputusan terkait kesejahteraan keluarga. 3. Mengekang istri Terlalu membebaskan istri mungkin tidak baik, tapi terlalu mengekangnya juga bisa memberikan dampak negatif. Apa-apa tidak boleh dan semua yang dilakukan istri selalu disalahkan. Kondisi ini potensial memicu pertengkaran besar yang bisa menghancurkan pernikahan. 4. Tidak mau mendengarkan istri Istri diam saja, dibilang tidak bisa menyenangkan suami. Tetapi istri banyak cerita, suami pun ogah mendengarkan. "Seperti bicara dengan tembok!" begitu ujar salah satu Moms yang merasa jarang didengarkan oleh suami. Padahal, saling mendengarkan adalah kunci sukses menjaga pernikahan langgeng. 5. Kerja terus! Mencari nafkah untuk keluarga tercinta memang penting, tapi jangan sampai terlalu fokus pada karier hingga menelantarkan keluarga dong, Dads. Cobalah untuk mencari keseimbangan karier dan keluarga. Dan yang terpenting, jangan membawa pekerjaan ke rumah. 6. Tidak membantu istri Walau Dads telah bekerja seharian di kantor, bukan berarti istri tidak boleh minta bantuan pekerjaan rumah tangga. Sikap saling membantu menjadi kunci rumah tangga tetap harmonis, maka menawarkan bantuan saat istri terlihat sangat lelah bisa membuat hatinya berbunga-bunga lho, Dads! 7. Tidak kompak Dalam mengurus Si Kecil, Moms dan Dads harus kompak di depan anak. Beda prinsip atau pendapat boleh saja dan itu normal terjadi, namun Anda berdua harus kompak saat mengeluarkan pernyataan pada Si Kecil. Jangan sampai anak punya pikiran, "Kalau sama Mama enggak boleh, minta sama Papa aja, deh. Pasti boleh!" 8. Menyimpan rahasia Rahasia adalah hal yang harus dicoret dari kamus pernikahan, karena sebaiknya tidak ada hal yang harus dirahasiakan dari pasangan Anda. Rahasia yang terus tersimpan bagai bom waktu yang bisa merusak pernikahan ketika akhirnya terkuak. Agar tidak terjadi, bersikaplah jujur pada pasangan Anda, seburuk apa pun konsekuensinya. 9. Sering berbohong Sekecil apa pun kebohongan yang dilakukan, efeknya bisa merusak pernikahan dalam jangka panjang. Pasangan bisa kehilangan kepercayaan dan akhirnya sering curiga pada tindak-tanduk yang dilakukan suami. Jika Dads benar-benar mencintai Moms, cobalah untuk mengutamakan kejujuran sepahit apa pun itu. 10. Sering menyalahkan Ketika waktunya mengambil keputusan, Dads bilang "terserah Mama saja." Tetapi jika keputusan yang Moms buat ternyata salah, tanpa ragu-ragu Dads menyalahkan istri. Sekecil apa pun hal yang berjalan tidak sesuai keinginan suami, yang disalahkan pasti istri, tanpa mau mendengarkan penjelasan lebih dalam. Kalau suami hanya tahu menyalahkan, istri mungkin jadi merasa tidak dihargai dan tidak dibimbing dengan baik. 11. Membuka aib istri Mungkin niatnya hanya membuat lelucon ketika sedang kumpul bersama orang-orang terdekat. Namun ketika Dads sering mempermalukan istri di depan umum, terlebih sering membuka aib istri sendiri ke orang lain, maka jangan kaget kalau sikap ini bisa merusak pernikahan Anda. Tidakkah suami istri harus menjaga martabat keluarga? Bukan justru mengumbar aib untuk konsumsi publik. 12. Tidak pernah memuji Ketika istri melakukan hal yang kurang pas di hati suami, tanpa pikir panjang suami langsung menyebutkan kesalahan tersebut. Tetapi ketika istri melakukan hal yang baik, suami tidak pernah memuji. Padahal, hal sederhana seperti pujian suami bisa membuat istri bahagia seharian, lho. 13. Tidak Mengurus Anak Di hari kerja, suami sibuk bekerja. Di akhir pekan, suami sibuk istirahat, hang out dengan teman-temannya, atau bahkan sibuk dengan hobi. Lalu bagaimana dengan mengurus anak? Semuanya diserahkan ke istri. Wah, jangan sampai Dads tidak mencurahkan cukup perhatian pada anak, karena dampaknya bukan hanya ke tumbuh kembang anak, tetapi juga ke pernikahan Anda. 14. Pilih kasih keluarga Kalau untuk keluarga dari pihak suami, semuanya diberikan. Sedangkan untuk keluarga dari pihak istri, ada saja alasan untuk tidak ikut campur. Entah tidak mau ikut ke acara keluarga, tidak perhatian, atau bahkan tidak mau berbagi rezeki dengan keluarga istri. Duh, hal seperti ini jika dibiarkan bisa merusak pernikahan Anda, lho! 15. Selingkuh Sepertinya ini sikap buruk yang sekali saja dilakukan bisa langsung merusak pernikahan. Bersikap bijak dan wajarlah dengan lawan bicara, agar tidak melewati batas dan berakhir menjadi perselingkuhan. Ingat, bukan hanya pasangan Anda yang patah hati dengan perselingkuhan ini, anak-anak dan keluarga besar pun ikut sedih. Efeknya bagi anak pun berjangka panjang lho, Dads! M&B/Tiffany/SW/Foto Freepik
baik buruk istri tergantung suami