ResensiBuku 'REVOLUSI NUKLIR' Karya Eko Darmoko oleh Aulia nur aini; Rindu Hujan; Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum. Tahun terbit : 2016. Tebal buku : 320 halaman (20 cm) ISBN : -4. Sinopsis Novel ini menceritakan kisah cinta dua tokoh utama, yaitu Lail dan Esok. katakatamotivasicintaabadiblogspot.com. Judul : Mariposa. Pengarang : Luluk H.F. Penerbit : Coconut Books. ISBN : -5. Tahun terbit : 2018. Tebal buku : 483 halaman. Luluk HF dilahirkan di Negara Indonesia pada 14 Juni 1995. Memiliki nama panjang Hidayatul Fajriyah dengan nama panggilan asli diberikan orangtua, yaitu Luluk hingga IdentitasBuku: Judul Buku : Cewek Smart. Pengarang Buku : Ria Fariana. Penerbit Buku : Gema Insani. Kota Terbit : Jakarta. Tahun Terbit : 2008. Tebal Buku : 200 halaman. Sinopsis: Buku yang ditulis oleh Ria Fariana ini pada dasarnya bisa menjadi pedoman bagi perempuan di usia remaja untuk menjadi perempuan soleha. JudulNovel : TUILET. Pengarang : Oben Cedric. Penerbit : Gradien Mediatama. Tahun Terbit : 2009. Tempat Terbit : Yogyakarta. Tebal : 147 Halaman. Novel ini adalah novel yang bertema humor yang dikhususkan untuk membawa pembacanya tidak hanya membaca kisahnya saja namun, akan menemukan kisah-kisah lucu seputar tokoh yang ada didalam novel ini. IdentitasBuku. Judul Buku: Dear Nathan; Penulis Buku: Erisca Febriani; Penerbit Buku: Best Media; Kota Terbit: - Cetakan: ke 3; Tebal Buku: 520 halaman; ISBN: 9786026940148; Sinopsis Novel Dear Nathan. Resensi novel Dear Nathan ini menceritakan tentang anak-anak SMA Garuda di Jakarta yang memiliki kehidupan sekolah tidak layaknya anak SMA di proporsi manusia adalah panjang kepala dengan tubuh. Resensi buku adalah sebuah tulisan yang berisi tentang ulasan suatu buku. Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu recensere yang artinya ā€œmelihat kembaliā€, ā€œmenimbangā€, atau ā€œmenilaiā€. Dalam kiriman berikut akan kami sampaikan mengenai cara menulis dan contoh resensi buku. A. Unsur-unsur Resensi 1. Judul Resensi Buku Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik juga akan memberikan nilai lebih tersendiri. 2. Data Buku Data buku biasanya disusun sebagai berikut. a. Judul buku b. Pengarang c. Penerbit d. Tahun terbit beserta cetakannya e. Dimensi buku f. Harga buku 3. Pembukaan Resensi lead 4. Isi Resensi Buku Bagian ini berisi tentang sinopsis, yaitu ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan. 5. Penutup Resensi Buku B. Struktur teks resensi 1. Identitas dalam resensi buku mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, dan ukuran buku. Bagian ini mungkin saja tidak dinyatakan secara langsung, seperti yang tampak pada teks ulasan film dan lagu. 2. Orientasi. Bagian ini biasanya terletak di paragraf pertama, yakni penjelasan tentang kelebihan buku seperti penghargaan yang pernah didapatkan oleh buku yang diresensi. 3. Sinopsis, berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi novel. 4. Analisis, berupa paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, dan alur. 5. Evaluasi, berupa paparan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya. C. Jenis-Jenis Resensi Resensi dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu 1. Resensi informatif Resensi informatif adalah resensi yang disampaikan dengan singkat dan umum dari keseluruhan isi buku. 2. Resensi deskriptif Resensi deskriptif adalah resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau babnya. 3. Resensi kritis Resensi kritis merupakan sebuah resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi kritis biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku. Langkah-langkah/cara meresensi buku 1. Menentukan Buku yang Akan Diresensi Cara yang pertama adalah, Anda pertimbangkan buku apa yang akan Anda resensi. Termasuk ke jenis atau genre apakah buku yang akan Anda resensi. Apakah termasuk karya fiksi seperti novel, antologi cerpen, antologi puisi, roman. Ataukah buku yang kita resensi termasuk ke jenis karya nonfiksi seperti sejarah, ilmu pengetahuan atau biografi tokoh. Seseorang yang meresensi buku harus mengetahui masuk ke dalam jenis apa buku yang ia resensi. 2. Membaca Buku yang Akan Diresensi Nah, pada tahap ini kalian bisa membaca semua atau dengan teknik membaca cepat, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk membacanya. Pokoknya kamu bisa mengambil intisari dari buku tersebut. 3. Mencatat Data atau Informasi Buku yang Akan Diresensi Catatlah data dan informasi dari buku yang akan Anda resensi. Data informasi yang harus Anda tulis dalam sebuah resensi buku adalah Judul Buku Pengarang Penerbit Cetakan Tebal buku Harga buku 4. Menuliskan Poin-poin Penting dalam Buku Langkah yang dirasa cukup sulit adalah ketika sampai pada menulis isi resensi buku. Tulislah poin-poin yang penting menurut Anda. Catat pula kutipan yang dirasa mengesankan, jangan lupa tandai halaman. Tulis kembali gagasan yang dianggap penting ke dalam karangan singkat yang memiliki satu kesatuan yang integral. 5. Menuliskan Isi Resensi Selanjutnya adalah menulis isi resensi, pada cara ini adalah bagaimana Anda memberikan komentar dan pandangan terhadap buku yang Anda resensi. Langkah-langkah dalam menuliskan isi resensi adalah • Membuat informasi umum tentang buku yang Anda resensi. • Membuat judul resensi buku. • Membuat ringkasan buku secara garis besar. • Memberikan penilaian terhadap buku yang Anda resensi. • Menonjolkan sisi lain dari buku yang Anda resensi. • Mengulas manfaat membaca buku tersebut bagi pembaca. • Menuliskan kekurangan dan kelebihan yang ada pada buku tersebut. • Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi. 6. Menulis Kesimpulan Cara yang terakhir adalah ungkapkan apa yang Anda peroleh dari buku yang Anda resensi. Beri saran kepada pembaca mengapa mereka harus membaca buku yang Anda resensi dan apa ruginya jika mereka tidak membaca. Model-Model Resensi Buku Dahlan dan Sasa, 2011 33-54 Model Rangkuman Ini jenis resensi yang umum kita temukan, khususnya resensi yang dikerjakan oleh peresensi yang belum lama membiasakan diri dalam menulis catatan atas buku yang dibaca. Ulasannya bukan pujian, bukan juga kritik, apalagi bandingan, melainkan semata merangkumkan isi utama buku itu secara ringkas. Model resensi lebih dari dua buku Resensi model ini mengambil beberapa buku yang sama. Sama temanya atau sama penulisnya. Buku-buku itu kemudian diulas dengan dua cara a. Dicampur dan diaduk seperti gado-gado menjadi satu judul satu bahasan. b. Resensinya satu judul tapi dipecah-pecah oleh sub bab berdasarkan judul-judul buku yang berbhineka tunggal ika itu. 3. Buku sebagai Catatan Perjalanan Gaya resensi dengan menyertakan pengalaman peresensi, tempat/ruang, dan buku yang diresensi umumnya berbentuk catatan perjalanan. Salah satu contoh paling menarik adalah apa yang dilakukan Michael Pearson yang lemudian disatu-terbitkan dalam buku yang edisi terjemahannya berjudul Tempat Imajiner Perlawatan ke Dunia Sastra Amerika Obor, 1994 Pearson bergerak menyusuri tempat-tempat mengikuti petunjuk yang disajikan oleh buku sastra. Langkah pertama yang dilakukannya adalah menyeleksi beberapa karya pengarang dan tempat-tempat di mana ingatan dan mitos tereram. Ia mencermati secara serius karya yang mana dari pengarang siapa yang menjadi ā€œjuru kunciā€ sebuah kota. Maka muncul kemudian nama Foulkner dan Missisipi, Robert Frost dan Vermont, Hemingway dan Key West/Florida, Steinbeck dan California, Mark Twain dan Hanibal/Missouri, serta Flannery O’connor dan Georgia. Model Kritik Umumnya kritik hanya elemen kecil dari sebuah resensi. Namun ada juga yang menadikan kritik sebagai model utama. Kritik adalah tuuan utama mengapa resensi itu dituliskan. Bahkan tak jarang, lantaran resensi bergaya kritik itu, sebuah buku ditarik dari peredarannya. Model Rersensi Tempelan Seperti dikatakan di bagian lain, crir resensi yang paling jamak jika terdapat Kartu Tanda Buku KTB. Walaupun tulisan itu tak berbicara atau membedah atau menimbang secara ketat buku tersebut. Sebut saja resensi model inisebagai ā€œtempelanā€. KTB dan sampul buku hanya dijadikan tempelan. Sementara isinya menimbang soal lain yang sudah dirancang secara khusus oleh peresensinya. Temanya saja dikait-kaitkan Model cerita Model resensi ini ditulis dengan gaya bercerita. Maka tidak heran jika model ini kental dengan nuansa sastra. Penulis resensi menulis dengan seolah-olah sedang bercerita. Daftar Isi Tujuan Resensi Buku Unsur-unsur Resensi Buku 1. Judul Resensi 2. Identitas Buku 3. Pendahuluan 4. Isi Resensi 5. Penutup Cara membuat Resensi Buku Contoh Resensi Buku 1. Contoh Resensi Buku Non Fiksi 2. Contoh Resensi Buku Novel Sinopsis Penilaian Kesimpulan Jakarta - Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya seni seperti buku atau novel. Menulis resensi berarti menghargai tulisan atau menilai karya orang lain dengan memberikan komentar objektif berdasarkan kualitas karya resensi buku biasanya terdiri dari kelebihan, kekurangan, dan informasi yang diperoleh dari buku untuk disampaikan ke masyarakat dan lebih memahaminya, simak penjelasan mengenai contoh resensi buku beserta unsur, tujuan, dan cara menulisnya berikut buku Kiat Mudah Menulis Resensi oleh Elisa Permata Sari, dkk., berikut adalah tujuan penulisan resensi pemahaman dan informasi secara komprehensif tentang isi bukuMengajak pembaca untuk mendiskusikan dan memikirkan masalah yang diangkat dalam buku tersebutMemberikan pertimbangan kepada pembaca bahwa buku itu layak atau tidak layak untuk dibacaMemberikan jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan dari pembaca ketika buku tersebut diterbitkanMemaparkan pendapat mengenai sebuah buku melalui sebuah pertimbangan atau penilaian dengan kriteria yang jelasUnsur-unsur Resensi BukuDikutip dari modul Bahasa Indonesia oleh Sutji Harijanti, beberapa hal yang dapat diulas dari sebuah karya adalah kualitas bahasa, isi, penampilan, unsur-unsur, dan manfaat bagi adalah unsur-unsur yang harus ada dalam menulis sebuah resensi Judul ResensiJudul resensi harus sesuai dan mewakili keseluruhan isi resensi yang akan kamu Identitas BukuIdentitas buku adalah semua informasi mengenai sebuah buku, seperti judul, jenis buku fiksi dan non-fiksi, nama penulis/pengarang, penerbit, tahun terbit, cetakan ke-, tebal halaman, dan ukuran PendahuluanPendahuluan alias pembuka merupakan bagian yang memuat tema maupun deskripsi singkat mengenai suatu buku. Bagian ini adalah landasan berpikir dari Isi ResensiIsi resensi meliputi sinopsis, ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya, keunggulan buku, kelemahan buku, tinjauan bahasa, dan kesalahan PenutupPenutup resensi merupakan sebuah simpulan. Bagian ini peresensi akan mengemukakan hal-hal maupun nilai penting yang diperolehnya terhadap suatu karya kepada para membuat Resensi BukuBerikut adalah beberapa cara dan langkah-langkah dalam menulis resensi identitas buku yang meliputi tema, profil penerbit, profil pengarang, bidang kajian atau genre yang dibahasBacalah buku secara menyeluruh dan telitiMenandai bagian isi buku yang memerlukan perhatian khusus dan menarik untuk diulasMulailah menulis intisari atau sinopsis dalam buku yang kamu bacaTentukan penilaian terhadap isi buku secara menyeluruh sesuai dengan kualitas buku tersebutContoh Resensi BukuDikutip dari berbagai sumber, berikut adalah contoh resensi buku yang bisa jadi referensi untuk Contoh Resensi Buku Non FiksiMengutip buku Membina Kompetensi Berbahasa dan bersastra Indonesia oleh Tika Hatikah, dkk., berikut ini adalah contoh resensi buku non Seorang "Yogi Buku"oleh A. Ferry T. IndratnoJudul Buku Dari Buku ke Buku, Sambung Menyambung Menjadi SatuPenulis P. SwantoroPenerbit Kepustakaan Populer GramediaCetakan 1Tahun Terbit 2002Jumlah Halaman XXV + 435 halamanBagi Polycarpus Swantoro yang ahli sejarah dan jurnalis senior, membaca buku seolah-olah seperti berolah yoga. Sebagaimana empu keris yang bekerja dalam waktu yang lama, dengan laku batin yang khusuk, tenaga yang prima dan teknik yang tinggi untuk menempa-lipat bahan yang bobotnya puluhan kilogram menjadi keris yang siap jadi dengan bobot hanya puluhan atau ratusan gram, begitulah yang telah dilakukan P. P. Swantoro tidak melakukan pekerjaan menempa besi, tetapi membaca buku. Tentu saja ada ribuan judul buku yang sudah dibaca Pak Swan, tetapi dalam bukunya yang berjudul Dari Buku ke Buku, Sambung Menyambung Menjadi Satu ini "hanya" 200 judul buku yang ia "kisahkan" dengan cara yang menawan sehingga ia bagaikan seorang kakek yang baru pulang dari perkelanaan di negeri perantauan yang jauh, kemudian menceritakan pengalamannya kepada anak seorang pengelana di dunia buku,tidaklah mengherankan jika buku-buku yang ia kisahkan merupakan buku-buku babon yang tua dan cukup langka, misalnya The History of Java karya Thomas S. Raffles yang terbit tahun 1817, Inleiding tot de Hindoe-Javaanche Kunst karya Krom yang terbit tahun 1919, atau De Ijombok Kxpedie karya W Cool yang terbit tahun di sana-sini, untuk keperluan pendukung data, Pak Swan juga menggunakan cukup banyak sumber sekunder, suatu hal yang sebenarnya bisa agak mengganggu. Ketika membahas topik tentang PKI, misalnya, Pak Swan sebenarnya perlu menggunakan sumber yang lebih yang diangkat pun beraneka ragam, mulai cerita tentang lambang-lambang kota di Indonesia, cerita tentang penulis pertama buku komunis di Indonesia, cerita Pak Poerwa, cerita tentang meletusnya Gunung Merapi, cerita tentang para orientalis dan sarjana Indonesia, romantika para pendiri bangsa, serta ditutup dengan khayalan Pak Swan agar para pemimpin dan intelektual masa kini dapat beryogi. Bagi para pembaca "pemula", tema yang tumpang-tindih tanpa sistematika yang jelas ini bisa jadi cukup membicarakan suatu bab, Pak Swan sering meloncat-loncat kian kemari. Kata demi kata mengalir tanpa jelas muaranya. Misalnya, ketika membicarakan tentang Teeuw, Yogi Sastra, Yogi Keris, Yogi Ilmu, pembaca benar-benar dituntut cermat untuk menginterpretasikan benang merah ide tulisan-tulisan ini. Namun, jika kita bersabar untuk menikmati buku ini sampai habis, tentu kita dapat menemukan keseluruhan ide Pak Swan dan kebingungan yang muncul di bab demi bab akan Pak Swan ini bisa mengingatkan kita pada tiga jilid buku Nusa Jawa Silang Budaya karya Denys Lombard. Tulisan Lombard juga mengabaikan kronologi waktu sebagaimana dipersyaratkan dalam penulisan sejarah kecurigaan bahwa buku Pak Swan menggunakan pola yang sama dengan buku Denys Lombard tidak terbukti mengingat dalam menulis buku ini Pak Swan lebih mengandalkan memorinya," seperti pengakuan Pak Swan sendiri dalam pengantar. Karena mengandalkan memori, tentu saja tulisan yang dihasilkannya menggunakan pola penceritaan ini lebih merupakan buku sejarah walaupun temanya beraneka ragam. Pembaca yang baru akan masuk ke wacana sejarah Indonesia, akan sangat terbantu dengan membaca buku ini terlebih dahulu. Demikian pula para mahasiswa jurusan ini sebenarnya akan lebih sempurna jika penulisnya, di samping membicarakan cara pandang para orientalis Barat, juga memberikan contoh buku-buku yang memuat cara pandang Timur. Sekadar contoh, dijelaskan tentang sebutan "Timur Tengah" untuk wilayah negara di jazirah orang Indonesia tidak menyebutnya sebagai "Barat Dekat", misalnya? Bukankah sebutan "Timur Tengah" adalah sebutan orang Barat yang melihat jazirah Arab dari sudut pandang wilayahnya? Pandangan seperti ini sangat diperlukan bagi para mahasiswa sejarah di Indonesia yang tampaknya semakin kesulitan membaca buku-buku sumber itu, demi keperluan studi para mahasiswa sejarah, akan sangat menggembirakan jika Pak Swan menceritakan juga buku Orientalism karya Edward W. Said yang terbit tahun 1979, juga buku yang berisi sikap kita terhadap tradisi Barat yang berjudul Oksidentalisme karya Hassan Hanafi yang diterbitkan Paramadina, Jakarta, tahun lain yang belum dibahas secara lengkap oleh Pak Swan sebagai seorang ahli sejarah dan pemerhati kebudayaan Jawa adalah tentang historiografi Jawa. Prof. C,C Berg memang sempat dimunculkan dalam bagian Babad Kitab Dongeng? Namun, sayang sekali, karya Berg yang berjudul Oavaanche Geschiedschrijving, yang terbit di Amsterdam tahun 1938, tidak dimunculkan sehingga gambaran mengenai penulisan sejarah di Pulau Jawa menjadi agak dari berbagai ketidaksempurnaannya, harus diakui bahwa buku pertama seorang "yogi buku" ini merupakan karya yang memikat. Bahkan, cara dan gaya pengungkapannya, dalam kadar tertentu, telah memberikan sentuhan sastra yang cukup enak dinikmati. Kita menantikan karya Contoh Resensi Buku NovelBerikut adalah contoh hasil resensi Filosofi KopiPenulis Dewi "Dee" LestariPenerbit Trudee Books & GagasMediaTahun Terbit 2006Halaman xi, 134 halaman ƂJumlah Halaman 134 HalamanSinopsisCerita utama dalam buku Filosofi Kopi bercerita tentang Ben dan Jody. Ben merupakan seorang barista, yang handal dalam meramu maupun meracik kopi. Ben dan Jody mendirikan suatu kedai kopi yang disebut 'Filosofi Kopi Temukan Diri Anda di Sini.'Ben telah memberikan sebuah gambaran singkat mengenai filosofi kopi, dari setiap ramuan kopi yang disuguhkan di kedai tersebut. Kedai menjadi sangat ramai yang penuh dengan hari, seorang ada pria kaya menantang Ben untuk membuat sebuah ramuan kopi, yang apabila kopi itu diminum akan membuat kita menahan napas karena saking takjubnya, hingga dapat berkata "hidup ini sempurna".Kemudian, Ben pun berhasil membuatnya dengan ramuan kopi yang disebut Ben's Perfecto. Ramuan tersebut telah menjadi minuman terenak, hingga pada suatu saat ada seorang pria datang dan mengatakan bahwa rasa kopi tersebut hanya "lumayan enak", dibandingkan kopi yang pernah dicicipinya di suatu lokasi di Jawa dan Jody yang penasaran, kemudian langsung menuju lokasi tersebut. Sampai akhirnya mereka menemukan secangkir kopi tiwus, yang disuguhkan oleh pemilik warung gubuk di daerah tersebut. Ben dan Jody mencoba meminum kopi tersebut, tanpa berbicara sedikitpun. Kopi tersebut memiliki rasa yang sempurna dengan cerita serta filosofi yang menarik. Ben yang merasa gagal, lalu kembali ke Jakarta dengan putus mencari tahu cara menghibur temannya, Jody kembali menemui pemilik warung yang ada di Jawa Tengah tersebut. Sepulangnya dari sana, Jody pun menghidangkan Ben segelas kopi tiwus dengan sebuah kartu bertuliskan "Kopi yang anda minum hari ini adalah kopi tiwus, walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya".Akhirnya Ben pun sadar, bahwa dia selama ini mengambil jalan hidup yang salah, dan menyadari bahwa hidup ini tidak ada yang sempurna. Dengan demikian, Ben kembali melanjutkan perjuangan serta hobinya di kedai filosofi Dapat memberikan pesan moral yang penuh makna. Seperti pengaruh positif dari sesuatu yang penuh Kekurangan dari novel ini adalah terdapat beberapa bagian yang menimbulkan kesan monoton, walaupun buku ini berisi kumpulan ini sebaiknya dibaca untuk usia SMA ke atas, karena dalam buku ini banyak memberikan pelajaran pesan moral, serta pengaruh penjelasan mengenai contoh resensi buku beserta tujuan, unsur, dan cara menulisnya. Bagaimana detikers, tertarik untuk membuatnya? Simak Video "Beredar Video soal Dugaan Pembocoran Dokumen KPK yang Libatkan Firli" [GambasVideo 20detik] inf/inf Connection timed out Error code 522 2023-06-15 082257 UTC Host Error What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d7967c499841c96 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Jakarta Unsur resensi penting diketahui ketika ingin mengulas sebuah karya. Resensi adalah bentuk penilaian terhadap sebuah karya. Penilaian ini seperti membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi dalam sebuah karya, dengan cara menjelaskan data-data, sinopsis, serta kritikan. 25 Jenis Penelitian untuk Karya Ilmiah, Pilih Sesuai Kebutuhan Pengertian Resensi, Unsur, Jenis, dan Tujuannya yang Harus Dipahami Unsur-Unsur Resensi, Pengertian, Tujuan, dan Struktur, Berikut Ulasan Lengkapnya Unsur resensi adalah pengetahuan dasar dalam menulis resensi. Resensi yang baik harus memiliki unsur resensi yang lengkap dan jelas. Unsur resensi terdiri dari identitas karya, ulasan, analisis, hingga evaluasi sebuah karya. Unsur resensi adalah bagian wajib dalam resensi apapau baik itu buku, jurnal, film, lagu, dan karya lainnya. Unsur resensi adalah tolak ukur dari kesempurnaan sebuah resensi yang dibuat. Berikut unsur resensi yang baik dan benar, dirangkum dari berbagai sumber, Rabu23/12/2020.Ilustrasi menulis. Photo by rishi on UnsplashInformasi tentang karya yang diulas Unsur resensi yang pertama adalah informasi lengkap tentang karya yang diulas. Ini meliputi judul, penulis/pemilik karya, penerbit, tanggal publikasi, jumlah halaman, harga, edisi, volume, dan informasi dasar lainnya. Pembuka Pengulas harus menulis pembuka yang kuat untuk menawarkan panduan tentang isi ulasan lainnya dan untuk mendorong pembaca membaca lebih lanjut. Pembuka yang menarik bisa memaparkan informasi seperti tujuan karya, menghindari memberikan latar belakang yang luas tentang penulis atau subjek, dan menggunakan kata kerja aktif. Deskripsi Konten Unsur selanjutnya yang sangat penting adalah deskripsi konten. Setelah membuat pembuka yang menarik, kamu bisa mulai mendeskripsikan konten yang kamu resensi. Deskripsi meliputi plot, sudut pandang, keahlian pembuat karya, audiens yang dituju. Pada bagian ini, hindari mengomentari format atau pengeditan materi kecuali jika tidak biasa atau dilakukan dengan resensiIlustrasi menulis. dok. RianiEvaluasi Evaluasi dalam unsur resensi mencakup seberapa baik pembuat karya menyajikan karyanya. Evaluasi ini harus lebih dari sekadar bahasa hambar seperti baik, menarik, atau mengecewakan untuk menjelaskan karya tersebut. Evaluasi juga meliputi apakah penulis menyajikan argumen yang meyakinkan jika karyanya merupakan nonfiksi, apakah penulis menyajikan plot yang kohesif dan pengembangan karakter jika karyanya fiksi, dan apa yang membuat cerita dan bahasanya menarik atau tidak menarik. Perbandingan Dalam unsur resensi kamu juga bisa memberi perbandingan. Kamu bisa menyatakan bagaimana materi dibandingkan dalam bentuk dan konten dengan item sejenis lainnya. Peresensi harus merekomendasikan alternatif jika karya yang diresensi dinilai tidak baik. Rekomendasi Peresensi juga harus bisa memberi pernyataan bahwa sebuah karya terekomendasi atau tidak. Bahasa resensi Dalam menulis resensi kamu bisa menggunakan kalimat-kalimat aktif. Berhati-hatilah untuk tidak mengulangi bahasa yang ditemukan dalam materi promosi. Kamu perlu menghindari klise dan jargon, penulisan yang lebih memperhatikan review itu sendiri daripada item yang sedang direview. Hindari juga ahasa yang berlebihan, baik positif atau negatif, yang dapat merusak pemahaman pembaca tentang keadilan ulasan, ahasa kosong bagus, menarik yang tidak benar-benar menunjukkan nilai karya. Struktur resensiIlustrasi Menulis resensi Credit unsur resensi, penting juga memerhatikan struktur resensi. Ini meliputi 1. Identitas. Mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, serta ukuran buku. 2. Orientasi. Bagian ini umumnya terletak di paragraf pertama. Isinya berupa penjelasan tentang kelebihan buku seperti penghargaan yang pernah didapatkan oleh buku yang diresensi. 3. Sinopsis. Sebuah ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi karya. 4. Analisis. Paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, serta alur. 5. Evaluasi. Sebuah paparan mengenai kelebihan dan kekurangan suatu ResensiIlustrasi./Copyright beberapa tujuan resensi. Berikut tujuan resensi tersebut, antara lain - Membantu pembaca untuk paham gambaran serta penilaian umum sebuah hasil karya dengan ringkas. - Paham kelebihan dan kelemahan karya yang diresensi. - Paham latar belakang serta alasan sebuah karya dibuat. - Memberi masukan pada pembuat karya berupa kritik dan saran. - Ajak pembaca mendiskusikan karya yang diresensi. - Memberi pemahaman serta informasi dengan komprehensif pada pembaca, mengenai karya yang diresensi. - Menguji kualitas karya dan membandingkan dengan karya ResensiIlustrasi Menulis Credit resensi bisa dibedakan berdasar isinya. Namun, jenis resensi ini tidak baku, karena dalam suatu resensi dapat menerapkan beberapa jenis tersebut secara bersamaan. Berikut jenis resensi yang dimaksud 1. Resensi Informatif Jenis resensi yang isinya hanya berupa informasi tentang hal penting dari keseluruhan isi buku secara umum. 2. Resensi Deskriptif Jenis resensi yang membahas secara detail setiap bagian atau babnya. 3. Resensi Evaluatif Jenis resensi yang sangat detail, dengan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isinya kritis serta objektif untuk menilai isi buku. Jenis resensi ini banyak menyajikan penilaian presensi tentang isi buku atau hal yang berkaitan dengan buku resensi dan sinopsisIlustrasi./Copyright orang menyamakan antara sinopsis dan resensi. Keduanya sama-sama berisi gambaran singkat terkait sebuah cerita. Namun, resensi dan sinopsis punya sejumlah perbedaan. Perbedaan terbesar antara resensi dan sinopsis adalah apa yang sedang dijelaskan. Resensi harus mengeksplorasi tema dasar dari sebuah karya, sedangkan sinopsis hanya berkaitan dengan deskripsi plot. Baik resensi maupun sinopsis akan mendeskripsikan apa yang terjadi dalam sebuah karya, tetapi resensi lebih mungkin untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi dan apa artinya. Resensi berbicara tentang motivasi karakter, bagaimana peristiwa tertentu dari plot memengaruhi mereka, apa yang coba dikatakan penulis dengan cerita, dan apa yang dapat diambil pembaca darinya. Resensi dimaksudkan untuk memicu diskusi intelektual tentang sebuah karya, atau setidaknya keingintahuan di pihak calon pembaca. Pada saat yang sama, ulasan tidak harus menceritakan kembali cerita dengan cara yang sama seperti sinopsis. Faktanya, resensi buku terbaik tidak akan mengungkapkan segalanya tentang sebuah cerita buku. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Resensi buku adalah sebuah tulisan yang berisi tentang ulasan suatu buku. Kata resensi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu recensere yang artinya ā€œmelihat kembaliā€, ā€œmenimbangā€, atau ā€œmenilaiā€. Dalam kiriman berikut akan kami sampaikan mengenai cara menulis dan contoh resensi buku. A. Unsur-unsur Resensi 1. Judul Resensi Buku Judul semestinya harus mempunyai kesinambungan dengan isi resensi. Selain itu, judul yang menarik juga akan memberikan nilai lebih tersendiri. 2. Data Buku Data buku biasanya disusun sebagai berikut. a. Judul buku b. Pengarang c. Penerbit d. Tahun terbit beserta cetakannya e. Dimensi buku f. Harga buku 3. Pembukaan Resensi lead 4. Isi Resensi Buku Bagian ini berisi tentang sinopsis, yaitu ulasan singkat buku dengan kutipan singkat dan keunggulan serta kelemahan buku, rumusan kerangka buku dan bahasa yang digunakan. 5. Penutup Resensi Buku B. Struktur teks resensi 1. Identitas dalam resensi buku mencakup judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, dan ukuran buku. Bagian ini mungkin saja tidak dinyatakan secara langsung, seperti yang tampak pada teks ulasan film dan lagu. 2. Orientasi. Bagian ini biasanya terletak di paragraf pertama, yakni penjelasan tentang kelebihan buku seperti penghargaan yang pernah didapatkan oleh buku yang diresensi. 3. Sinopsis, berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi novel. 4. Analisis, berupa paparan tentang keberadaan unsur-unsur cerita, seperti tema, penokohan, dan alur. 5. Evaluasi, berupa paparan tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya. C. Jenis-Jenis Resensi Resensi dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu 1. Resensi informatif Resensi informatif adalah resensi yang disampaikan dengan singkat dan umum dari keseluruhan isi buku. 2. Resensi deskriptif Resensi deskriptif adalah resensi yang membahas secara detail pada setiap bagian atau babnya. 3. Resensi kritis Resensi kritis merupakan sebuah resensi yang mengulas detail buku menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi kritis biasanya objektif dan kritis dalam menilai isi buku. Langkah-langkah/cara meresensi buku 1. Menentukan Buku yang Akan Diresensi Cara yang pertama adalah, Anda pertimbangkan buku apa yang akan Anda resensi. Termasuk ke jenis atau genre apakah buku yang akan Anda resensi. Apakah termasuk karya fiksi seperti novel, antologi cerpen, antologi puisi, roman. Ataukah buku yang kita resensi termasuk ke jenis karya nonfiksi seperti sejarah, ilmu pengetahuan atau biografi tokoh. Seseorang yang meresensi buku harus mengetahui masuk ke dalam jenis apa buku yang ia resensi. 2. Membaca Buku yang Akan Diresensi Nah, pada tahap ini kalian bisa membaca semua atau dengan teknik membaca cepat, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu untuk membacanya. Pokoknya kamu bisa mengambil intisari dari buku tersebut. 3. Mencatat Data atau Informasi Buku yang Akan Diresensi Catatlah data dan informasi dari buku yang akan Anda resensi. Data informasi yang harus Anda tulis dalam sebuah resensi buku adalah Judul Buku Pengarang Penerbit Cetakan Tebal buku Harga buku 4. Menuliskan Poin-poin Penting dalam Buku Langkah yang dirasa cukup sulit adalah ketika sampai pada menulis isi resensi buku. Tulislah poin-poin yang penting menurut Anda. Catat pula kutipan yang dirasa mengesankan, jangan lupa tandai halaman. Tulis kembali gagasan yang dianggap penting ke dalam karangan singkat yang memiliki satu kesatuan yang integral. 5. Menuliskan Isi Resensi Selanjutnya adalah menulis isi resensi, pada cara ini adalah bagaimana Anda memberikan komentar dan pandangan terhadap buku yang Anda resensi. Langkah-langkah dalam menuliskan isi resensi adalah • Membuat informasi umum tentang buku yang Anda resensi. • Membuat judul resensi buku. • Membuat ringkasan buku secara garis besar. • Memberikan penilaian terhadap buku yang Anda resensi. • Menonjolkan sisi lain dari buku yang Anda resensi. • Mengulas manfaat membaca buku tersebut bagi pembaca. • Menuliskan kekurangan dan kelebihan yang ada pada buku tersebut. • Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi. 6. Menulis Kesimpulan Cara yang terakhir adalah ungkapkan apa yang Anda peroleh dari buku yang Anda resensi. Beri saran kepada pembaca mengapa mereka harus membaca buku yang Anda resensi dan apa ruginya jika mereka tidak membaca. Model-Model Resensi Buku Dahlan dan Sasa, 2011 33-54 Model Rangkuman Ini jenis resensi yang umum kita temukan, khususnya resensi yang dikerjakan oleh peresensi yang belum lama membiasakan diri dalam menulis catatan atas buku yang dibaca. Ulasannya bukan pujian, bukan juga kritik, apalagi bandingan, melainkan semata merangkumkan isi utama buku itu secara ringkas. Model resensi lebih dari dua buku Resensi model ini mengambil beberapa buku yang sama. Sama temanya atau sama penulisnya. Buku-buku itu kemudian diulas dengan dua cara a. Dicampur dan diaduk seperti gado-gado menjadi satu judul satu bahasan. b. Resensinya satu judul tapi dipecah-pecah oleh sub bab berdasarkan judul-judul buku yang berbhineka tunggal ika itu. 3. Buku sebagai Catatan Perjalanan Gaya resensi dengan menyertakan pengalaman peresensi, tempat/ruang, dan buku yang diresensi umumnya berbentuk catatan perjalanan. Salah satu contoh paling menarik adalah apa yang dilakukan Michael Pearson yang lemudian disatu-terbitkan dalam buku yang edisi terjemahannya berjudul Tempat Imajiner Perlawatan ke Dunia Sastra Amerika Obor, 1994 Pearson bergerak menyusuri tempat-tempat mengikuti petunjuk yang disajikan oleh buku sastra. Langkah pertama yang dilakukannya adalah menyeleksi beberapa karya pengarang dan tempat-tempat di mana ingatan dan mitos tereram. Ia mencermati secara serius karya yang mana dari pengarang siapa yang menjadi ā€œjuru kunciā€ sebuah kota. Maka muncul kemudian nama Foulkner dan Missisipi, Robert Frost dan Vermont, Hemingway dan Key West/Florida, Steinbeck dan California, Mark Twain dan Hanibal/Missouri, serta Flannery O’connor dan Georgia. Model Kritik Umumnya kritik hanya elemen kecil dari sebuah resensi. Namun ada juga yang menadikan kritik sebagai model utama. Kritik adalah tujuan utama mengapa resensi itu dituliskan. Bahkan tak jarang, lantaran resensi bergaya kritik itu, sebuah buku ditarik dari peredarannya. Model Resensi Tempelan Seperti dikatakan di bagian lain, crir resensi yang paling jamak jika terdapat Kartu Tanda Buku KTB. Walaupun tulisan itu tak berbicara atau membedah atau menimbang secara ketat buku tersebut. Sebut saja resensi model inisebagai ā€œtempelanā€. KTB dan sampul buku hanya dijadikan tempelan. Sementara isinya menimbang soal lain yang sudah dirancang secara khusus oleh peresensinya. Temanya saja dikait-kaitkan Model cerita Model resensi ini ditulis dengan gaya bercerita. Maka tidak heran jika model ini kental dengan nuansa sastra. Penulis resensi menulis dengan seolah-olah sedang bercerita. Cek juga kiriman menarik lain tentang penulisan daftar pustaka CONTOH RESENSI BUKU NONFIKSI Jalan Baru Pembelajaran Siswa Judul Buku Media Pembelajaran Aktif Penulis Utomo Dananjaya Penerbit Nuansa Cendekia Bandung Tahun terbit November 2010. Tebal Gagasan reformasi pendidikan dimulai dengan evaluasi kurikulum 1994 oleh Litbang Departemen pendidikan yang menghasilkan buku potret kurikulum. Salah satu kesimpulannya menyebutkan kurikulum 1994 itu lebih mengutamakan materi yang dianggap tidak cocok lagi dengan tuntutan reformasi. Hal inilah yang mendorong pengubahan paradigma pendidikan ke arah kompetensi. Ikhtiar ini bukan saja untuk memperbaiki atau menyempurnakan, tetapi secara mendasar bermaksud mengubah paradigma pendidikan. Berpijak pada arah gerak reformasi ini, Utomo Dananjaya melihat secara jeli apa yang harus diubah, ke arah mana perubahan tersebut harus berjalan, dan lebih penting dari itu ialah bagaimana cara mengubahnya. Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti ini mudah diutarakan, melainkan sulit untuk dijawab dalam bentuk karya ilmiah. Berbagai buku materi pendidikan sudah banyak yang beredar pada 12 tahun terakhir ini. Tetapi sebagian pada materi-materi pembelajaran tersebut sebagian besar muatan lokalnya sangat kurang. Buku ini adalah hasil perkawinan antara progresivitas pendidikan modern yang menyandarkan pada kearifan lokal. Dengan kata lain Utomo tidak sekadar mengadopsi sistem baru dari Barat melainkan secara kritis menyerap hal yang baik dari luar dan menggali potensi-potensi positif dari kearifan lokal. Paradigma pembelajaran sesungguhnya tidak lepas dari ideologi. Banyak analisa terhadap masalah pendidikan, termasuk metode pembelajaran yang lupa bagaimana ideologi bermain di belakangnya. Sebagai pemikiran kritis yang memahami hubungan produksi ekonomi, politik dan kebudayaan Utomo mampu melihat ā€œapa sesungguhnya pendidikanā€, ā€œapa sesungguhnya sekolah,ā€ dan ā€œbagaimana sekolah yang tepat dan baikā€ itu harus dilakukan.ā€ Berpijak dari sisi makro tersebut Pak Tom melangkah dengan melakukan terobosan untuk menemukan formulasi materi pembelajaran. Karena guru dalam dunia sekolah kita masih sangat berperan kuat, maka menjadi sebuah kebutuhan lahirnya sebuah pencerahan bagi para guru. Itulah mengapa buku ini memiliki slogan ā€œBUKUNYA PARA GURUā€. Logika simpelnya, kalau kita berharap murid menjadi cerdas, kreatif, lebih baik, maka guru itu sendiri harus memiliki pedoman yang kuat. Kenya taan ini sangat realistis dengan apa yang dihadapi dunia pendidikan kita di mana kita sering menemukan guru kurang menguasai materi saat mengajar dengan buku ajar yang baru. Buku ini menjadi penting untuk penguasaan skill para guru untuk selalu siap menghadapi beragam jenis materi. Kita bisa membuktikan pada buku ini dengan menikmati hubungan antara visi besar idealisme dengan kiat praktis. Pada bagian pertama memuat beberapa hal. Topik Fondasi pendidikan sangat penting disimak secara seksama karena di sana ada ide-ide besar dari ragam ideologi yang sangat mempengaruhi bidang pendidikan di era globalisasi ini. Berlanjut pada Bab II kita akan diajak memahami Fondasi Pendidikan secara lebih detail. Pada bagian ini benar-benar diserap karena akan mengantarkan kita memahami apa yang tidak bermakna dan apa yang bermakna sehingga kita bisa kritis untuk memilih apa yang harus diterapkan dan apa yang harus ditinggalkan. Berlanjut pada Bab III, kita akan mendapatkan konsep Pembelajaran Berpusat Pada Siswa. Dari sinilah pembongkaran paradigma perilaku guru harus berubah kea rah yang lebih humanis dan berdiri setara dengan siswa. Rumus-rumus ini akan mengajak kita merenungkan kembali apa hakekat pendidikan itu buat kita, juga buat anak-anak didik kita. Dan lebih penting dari kita ā€œbagaimana kita seharusnya melangkahā€. Berlanjut pada Bagian III buku ini bicara pada wilayah praktis pembelajaran dengan konsep-konsep model diskusi, model proyek, model permainan games, Ice Breaker aktivitas-aktivitas pemanasan. Banyak hal baru yang secara praktis bisa kita terapkan sebagai cara pembelajaran yang tepat. Selain rumusan praktis itu, buku ini juga menjelaskan kelengkapan untuk memenuhi terselenggaranya pembelajaran aktif. Pada bagian ini kita akan diperkenalkan pentingnya apresiasi pembelajaran sebagai memovitasi siswa untuk bangkit, kreatif dan memiliki mental menjadi pemberani, mandiri dan bertanggungjawab. Selamat membaca. Oleh Makmun Yusuf. Pecinta Buku. Sumber Kompas, 25 November 2010 Daftar Pustaka Dahlan, Muhidin M. Dan Diana AV Sasa. 2011. Berguru Pada Pesohor Panduan Wajib Menulis Resensi Buku. IBOEKOE Yogyakarta

judul pengarang penerbit buku terbit tebal buku merupakan unsur resensi